DUNIA IBARAT BAYANGAN



Assalamu'alaikum
Bismillahirrahmanirrahiim

Petuah tersebut mempunyai makna bahwa dunia itu tak dapat dikuasai dengan nafsu untuk memperkaya diri. Makin kita bernafsu untuk mengejar dunia, maka akan makin terasa miskinlah diri kita. Kejarlah urusan akhirat, maka kita akan merasa cukup dengan dunia yang kita miliki.

Bayangan yang kita lihat tidak dapat kita tangkap. Dengan membalikkan badan, maka kita akan menghadap sumber cahaya, yaitu matahari. Matahari tersebut ibarat akhirat, yang apabila kita dekati maka kita akan semakin dekat dengan sumber cahaya tersebut, dan bayangan kita pun (dunia) akan terus mengikuti kita. Hal sebaliknya jika kita menghadap bayangan dan mengejarnya. Maka bayangan tidak dapat digapai, sedangkan sumber cahaya akan semakin jauh.

Jika kita hanya sibuk memikirkan dan mengejar dunia, maka dunia & akhirat akan semakin menjauhi kita.


Alhamdulillahiraubil'alamiin
Wassalam
https://prodakwah.com/yes


 

KERJASAMA PELAYANAN PEMAKAMAN

 

Kerjasama pemakaman


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kami dari Taman Pemakaman Muslim Al-Azhar Memorial Garden membuka untuk Kerjasama kepada Rumah-rumah Sakit ,Dewan 

Kemakmuran Masjid, Komplek Perumahan , Apartemen dll.
Untuk Pelayanan Pemakaman Jenazah :
- Penyediaan Kavling Makam
- Pemulasaran Jenazah ( Memandikan, Mengkhafankan, Sholat dan Menguburkan)
- Sarana Rumah Duka & Peristirahatan (Lounge)
- Ambulance
- Siap Pelayanan 24 Jam

Kami Siap memberikan Presentasi kepada Instansi / Umum untuk menjelaskan tentang Pelayanan Al-Azhar Memorial Garden 

Karawang  dan Kerjasamanya.

Waalaikumsalam Warahmatullah Wabarakatuh
MA-AMG


Jangan Khawatir Rezeki dan Jodohmu, Khawatirkanlah Amalanmu !

 


Bismillahirrahmanirrahim

Allah dan Rasul-Nya yang mulia tidak meninggalkan umat Islam tanpa petunjuk dalam kegelapan, berada dalam keraguan dalam usahanya mencari penghidupan. Tetapi sebaliknya, sebab-sebab rezeki itu telah diatur dan dijelaskan. 

"Seandainya umat ini mau memahaminya, menyadarinya, berpegang teguh dengannya serta menggunakan sebab-sebab itu dengan baik, niscaya Allah Yang Maha Pemberi Rezeki akan memudahkannya mencapai jalan-jalan untuk mendapatkan rezeki dari setiap arah dan dibukakan untuknya keberkahan dari langit dan bumi," kata Habib yang pernah menimba ilmu di Hadhramaut Yaman ini.


Allah Ta'ala berfirman :

وَكَأَيِّن مِّن دَآبَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا ٱللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

"Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membewa (mengurus) rezekinya sendiri, Allah lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" 

(Surah Al-Ankabut: Ayat 60)


Karena itu, kata Habib Quraisy, fokuslah terhadap apa yang diperintahkan Allah dan perhatikan amalanmu . Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untuk kita. Karena rezeki ,Jodoh dan ajal adalah hal yang sudah dijamin oleh Allah Ta'ala. Jika Allah berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti membuka jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar. Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya dua jalan rezeki yang lain (yakni dua puting susu ibunya). Dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.

Lalu, ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka empat jalan rezeki lain yang lebih sempurna yaitu dua makanan dan dua minuman.Dua makanan yaitu dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman yaitu dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.

Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun, Allah Ta'ala membuka baginya delapan jalan rezeki (jika dia hamba yang beruntung). Itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.

Dan begitulah Allah Ta'ala tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhal dan lebih bermanfaat baginya. Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan rezeki Nya kepada kita semua.

Alhamdulillahi rabbil alamin

PRODAKWAH-YES


*Segera Miliki Kaos Dakwahnya dengan mengklik gambarnya :




AL-AZHAR MEMORIAL GARDEN

 


Bismillahirrahmanirrahim...

Memperkenalkan :

AL-AZHAR MEMORIAL GARDEN


Taman Pemakaman Muslim Terbaik 

Al-Azhar Memorial Garden Karawang 

sudah 9 TAHUN melayani pemakaman 

KHUSUS Ummat Muslim dalam penanganan jenazah, mulai dari penyediaan lahan makam 

hingga pelaksanaan prosesi pemakaman serta pemindahan makam yang khidmat 

yang sesuai syariah dan profesional.


Wassalamu'alaikum.

YONI HARYONO

Memorial Advisor AMG

Hp: 0856-9797-6822

Wa: 0899-8140-973


https://alazharmemorialgarden.8b.io


Di Balik Lagu ‘Ketika Tangan dan Kaki Berkata’ Chrisye

 




PENYAIR Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi atau biasa dipanggil Chrisye (1949-2007) di majalah sastra HORISON:

Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, “Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah.

Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.

Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, “Chris, maaf ya, macet. Sori.” Saya akan kembalikan pita rekaman itu.

Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A’udzubillahiminasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ’alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” saya berhenti. Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.” Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!

Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon, “Chris, alhamdulillah selesai.” Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut.

Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.

Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye–Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye:

Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya.

“Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65…” kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya.

Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!

Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya.

Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!

Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.

Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luar biasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak.

Mengenai menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut. 



KETIKA REZEKIMU HABIS, MAKA AJALPUN TIBA




Bismillahirrahmanirrahim

KETIKA REZEKIMU HABIS, MAKA AJALPUN TIBA

(Rugi kalau tidak baca sampai selesai)
 
Jangan pedulikan jasadmu yang akan busuk & hancur!! ...  Kaum muslimin akan melaksanakan kewajiban mereka:

1. Memandikan mu
2. Mengkafani mu
3. Menshalati mu
4. Menguburkan mu

*Yakinlah!!! bahwa 😗
Dunia tidak sedih dengan KEMATIAN mu

Alam semesta tidak berduka atas kepergian mu.!

Segala sesuatu akan berjalan seperti biasa dan tidak berubah dengan perpisahan mu.!!

Perekonomian akan terus berputar.!

Pekerjaanmu, akan digantikan orang lain!

Hartamu akan pindah tangan secara halal kepada ahli waris.!

Sementara ​Anda yang akan di HISAB atas segala sesuatu hingga perkara yang besar sampai dengan hal yang paling kecil.!!

Yang pertama lepas dari mu, adalah *namamu..

Saat Anda meninggal dunia: Orang2 bertanya : ​​Dimana MAYATnya?​​ 

Mereka tidak lagi memanggil mu dengan namamu.. Namamu tinggal kenangan belaka

Ketika mereka akan men shalati, mereka bilang : ​​Bawa kesini *JENAZAHnya.!!!​​ Mereka tidak lagi menyebutkan *namamu.. Betapa cepat namamu hilang berlalu....​

Ketika mereka akan menguburkan mu, mereka berkata: ​ *Dekatkan MAYATnya.!!​ tanpa menyebutkan namamu..

Karena itu... 
Janganlah tertipu oleh kehormatan, status sosial dan kelebihan kelompokmu..!!

Jangan terperdaya oleh kedudukan, jabatan dan nasab keturunanmu...!!

​Alangkah fananya dunia ini... dan betapa besar apa yang akan kita hadapi...​

KESEDIHAN ORANG ATAS KEPERGIAN MU ADA 3:

1.Orang yang mengenal mu sepintas akan mengatakan: ​​Kasihan...!!​​

2.Teman dan sahabatmu akan bersedih beberapa saat atau beberapa hari, kemudian mereka  kembali pada rutin dan canda tawa mereka..

3.Kesedihan mendalam di rumah... Keluargamu akan bersedih sepekan... satu-dua bulan atau hingga satu tahun... Kemudian mereka akan meletakkanmu dalam album kenangan...

Demikianlah... Kisah mu di antara manusia telah berakhir...

Anda hanya tinggal ​ ALBUM KENANGAN​.

Kisah mu yang sebenarnya baru dimulai... bersama sesuatu yang nyata, iaitu : ​Alam Akhirat​

Telah lepas darimu:
1.Ketampanan /Kecantikan
2.Harta/Rumah
3.Kedudukan /Jabatan
4.Anak
5.Isteri/Suami

​Kehidupan mu yang sesungguhnya baru dimulai​

*Pertanyaannya sekarang adalah 😗

​Apa yang telah Anda siapkan untuk "kubur" dan akhirat mu.????? Ini adalah KENYATAAN yang akan terjadi dan perlu direnungkan.!!​

​Check ibadahmu... yang wajib dan yang sunnah​..
​Check Amal sholeh dan Sedekah​ mu..​Check perilaku dan tingkah laku mu..

​Semoga kita semua menyiapkan bekal untuk kehidupan yg kekal.. Dan Selamat di Akhirat..

Jika Anda membantu mengingatkan orang lain dengan menyebar postingan ini... ​In Shaa Allah...​ Anda akan dapatkan buah dari peringatan Anda ini dalam timbangan amal kebaikan pada hari Qiamat.

"Dan berilah peringatan! karena peringatan itu bermanfaat bagi orang2 beriman"

Kenapa Mayat memilih: "SEDEKAH" jika kembali ke dunia? Sebagaimana firman Allah:

​"Ya Allah! jika Engkau tunda ajalku sebentar saja, niscaya aku akan bersedekah"​

Mereka tidak mengatakan:
👉Niscaya Aku akan Haji/Umrah..
👉Niscaya Aku akan Sholat..
👉Niscaya Aku akan Puasa..

Para Ulama menjelaskan : "Mayat hanya mengatakan Sedekah karena dia melihat pahala sedekah yang sangat besar setelah kematian"

Maka ​perbanyaklah sedekah​
untuk saat ini bersedekahlah dengan mengirim /menyebarkan postingan ini pada teman /saudara ​dengan niat karena Allah,

Mengapa kalau copy paste yang lain itu cepat saja tangannya memindahkan ke group lain, Jadikan jari anda dan HP/Lapto anda sebagai ladang Amal Ibadah yang pahalanya mengalir hingga akhir kiamat.

Mari Budayakan Sedekah bukan pergi umrah beratus kali bersedekah lebih Afdal/bagus

*MARI SENANTIASA BERTAUBAT, BERIBADAH DAN MELAKUKAN KEBAIKAN.  *
#SedekahItuSederhana

Wallahualam Bissawab

Tetap Tidak Ke Masjid, Sesuai Arahan Syariat Di tengah Pelanggaran PSBB


Tetap Tidak Ke Masjid, Sesuai Arahan Syariat Di tengah  Pelanggaran PSBB

*DR. Taufik Hulaimi
Akhir-akhir ini kita merasa heran, kenapa ke masjid dilarang tapi keramaian terjadi dimana-mana. Pasar, bandara dan maal dipenui lautan manusia. Bukankah covid 19 menular karena keramaian. Dan karena alasan menimbulkan keramaian, beribadah di masjid diminta dihentikan?
Sebagian umat Islam merasa terdholimi. Kenapa Ke masjid dilarang, sedangkan ke pasar, mal dan bandara dibiarkan? Kemudian muncul desakan kepada para pengurus DKM untuk segera membuka masjid agar bisa beribadah sebagaimana biasanya.

*Apakah keinginan ini  sudah tepat dan sesuai arahan syariat?*

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, sebagai orang beriman yang mengimani adanya kehidupan setelah kematian, kita harus selalu berfikir tentang  
*kepentingan hidup kita di akherat.* Jangan ada perbuatan yang diluar arahan syariat. Kita harus selalu melandasi perbuatan kita dengan landasan-landasan syariat. Dan kita harus melandasi perbuatan kita dengan niat yang benar, yang mana dengan niat tersebut kta mendapat pahala dari perbuatan kita.
صحيح البخاري ج1/ص3: *( إنما الأعمال بالنيات)*
"Hukum dan Pahala dari  perbuatan tergantung niat"


Mari kita bertanya, apa niat kita tinggal dirumah di masa pandemic covid 19? Agar pengorbanan kita tidak sia-sia disisi Alah swt.

*Karena Taat Arahan Syariat Kita Tidak Ke Masjid.*

Syariat memberi arahan kepada kita agar kita berusaha sekuat tenaga mencegah sebuah bahaya terjadi.
Rasuluullah saw bersabda:

موطأ مالك ج2/ص745 ) لا ضرر ولا ضرار )
"tidak boleh menimbulkan bahaya dan tidak boleh membalas sebah bahaya"

Hadis ini menjadi salah satu landasan kaidah fiqih yang berbunyi:
الضرر يزال
"segala kemungkinan bahaya harus dihilangkan"


Bahaya harus dicegah. Pencegahan bahaya dilakukan sebelum terjadi. karena kalau sudah terjadi tindakan yang dilakukan bukan pencegahan, tapi mengatasi masalah.
Niat kita tidak ke masjid karena Arahan Rasulullah saw mengenai pencegahan bahaya. Bukan alasan yang lain. Covid 19 dipastikan menular karena kerumunan manusia. Maka tindakan tidak kemasjid adalah sesuai arahan syariat.

Dalam hadis lain Rasulullah bersabda:
صحيح البخاري ج5/ص2158: ( وفر من المجذوم كما تفر من الأسد )
"larilah dari penyakit menular sebagaimana kamu lari dari singa"


Baginda kita, Rasulullah saw menyuruh kita menghindari bahaya penularan sebuah penyakit menular seperti kita lari dari bahaya singa. 
*Seserius apa kita lari dari singa? Maka seserius itu pula kita lari dari wabah penyakit menular.*
*Selama Bahaya Masih Mengancam Hukum tidak berubah*

Hukum akan tetap dan tidak berubah selama alasan hukum tersebut masih ada. Tidak berkegiatan di masjid tidak berubah selama alasan menghilangkan kegiatan di masjid masih ada. Selama bahaya penularan covid 19 masih ada maka kegiatan di masjid masih dihentikan. 

kaidah disebutkan:
الحكم يدور مع العلة وجودا وعدما
"ada atau tidak adanya sebuah hukum tergantung ada atau tidaknya al-'Illah (sebab hukum)"

Bagi daerah yang sudah aman maka kegiatan di masjid akan kembali  normal, sedangkan daerah yang belum aman , maka kegiatan di masjid masih terus dihentikan.

*Pelanggaran Syariat tidak Jadi Dalil Untuk Tidak Taat*

Diamnya kita yang beriman dirumah , karena niat taat Rasulullah saw. Demikian pula ketidak hadiran kita di masjid.  Bukan karena PSBB. Niat ini harus dijaga ditengah orang-orang melanggar PSBB. Kerumunan manusia di mall, pasar dan bandara jangan membuat kita terpengaruh dan lupa niat. Agar perbuatan kita tetap berpahala disisi Allah. Pelanggaran mereka bukan alasan untuk kita ikut melanggar hadis dan arahan syariat.
Allah berfirman:
{يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُون} [المائدة: 105]
Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah 
kamu kerjakan. 
( al-maidah 105)


*Pelanggaran mereka terhadap arahan syariat , tidak boleh menjadi alasan kita untuk ikut melanggar syariat.*

*Wallahu a'lam.*

PANDEMI FLU SPANYOL 1918


JAS MERAH :
Jangan Melupakan Sejarah ...
Sejarah adalah guru kehidupan ,apa yang telah terjadi dimasa lalu akan terjadi berulang pada waktu tertentu dan dengan masalah yang hampir sama , tinggal bagaimana kita menyikapinya...

~mr-yonn~
Covid-19 Th.2020

Fatwa MUI : Shalat Idul Fitri Boleh Dilakukan di Rumah Berjamaah Atau Sendiri



Majelis Ulama Indonesia ( MUI) menerbitkan fatwa tentang panduan kaifiat takbir dan shalat Idul Fitri saat pandemi Covid-19.

Fatwa itu diterbitkan pada Rabu (13/5/2020). 

Dalam fatwa tersebut, MUI menyebutkan bahwa shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah jika seseorang berada di kawasan dengan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

"Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri, terutama jika ia berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali," demikian bunyi petikan fatwa Nomor 28 Tahun 2020 itu.


Sementara itu, jika umat Islam berada di kawasan dengan tingkat penularan Covid-19 yang sudah terkendali, shalat Idul Fitri dapat dilaksanakan secara berjamaah di masjid, mushala, tanah lapang, atau tempat lainnya.

Pelaksanaan shalat Idul fitri, baik di masjid maupun di rumah, harus menerapkan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan Covid-19.


Berikut bunyi selengkapnya fatwa MUI tentang shalat Idul Fitri saat pandemi Covid-19: 

Ketentuan hukum

Shalat Idul Fitri hukumnya sunah muakkadah yang menjadi salah satu syi’ar keagamaan (syi’ar min sya’air al-Islam).

Shalat idul fitri disunahkan bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak, sedang di kediaman maupun sedang bepergian (musafir), secara berjamaah maupun secara sendiri.

Shalat Idul fitri sangat disunahkan untuk dilaksanakan secara berjamaaah di tanah lapang, masjid, mushala, dan tempat lainnya.

Shalat Idul Fitri berjamaah boleh dilaksanakan di rumah.

Pada malam Idul Fitri, umat Islam disunnahkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir, tahmid, tasbih, serta aktivitas ibadah.


Ketentuan shalat Idul Fitri di kawasan Covid-19

1.      Jika umat Islam berada di kawasan Covid-19 yang sudah terkendali pada saat 1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktivitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah, shalat Idul Fitri dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushala, atau tempat lain.

 

2.      Jika umat Islam berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan (seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena Covid-19, dan tidak ada keluar masuk orang), shalat Idul Fitri dapat dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang/ masjid/ mushala/ tempat lain.

 

3.      Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama jika ia berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

 

4.  Jumlah jamaah yang shalat minimal 4 orang yang terdiri dari 1 orang imam dan 3 orang makmum.

 

5.      Pelaksanaan shalat Idul Fitri, baik di masjid maupun di rumah, harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan.



Berikut bacaaan niat salat Idul Fitri di rumah secara sendiri dan berjamaah, beserta tata cara pelaksanaannya.

Untuk salat Idul Fitri 1441 H kali ini, masyarakat diimbau untuk melakukan di rumah masing-masing.

Salat Idul Fitri di rumah bisa dilakukan secara sendiri ataupun berjamaah bersama keluarga.


Hal itu sesuai Tausiah Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Tengah tentang pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 H/2020 M Nomor 04/DP-P.XIII?T/V/2020.

Sehubungan dengan penularan Covid-19 yang masih cukup tinggi, kegiatan yang melibatkan kerumunan massa masih perlu dihindari.

Oleh karena semangat umat Islam untuk menyelenggarakan salat Idul Fitri yang cukup besar, maka MUI Jateng mengeluarkan imbauan salat Idul Fitri di rumah.

Pelaksanaan salat Idul Fitri hukumnya adalah sunah.

Bisa dilakukan secara sendiri tanpa kutbah dan secara berjamaah yang disunahkan dengan kutbah.

Salat Idul Fitri dimulai tanpa azan dan iqamah, cukup menyerukan "Ash salatu jami'ah".

Sebelum melaksanakan salat Idul Fitri, terlebih dahulu membaca niat:

Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak'ataini sunnatan lillahi ta'ala

Artinya:

Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat karena Allah ta'ala.

 

Berikut tata cara pelaksanaan salat Idul Fitri:

1. Mengucapkan Takbiratul Ihram (Allah Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.

2. Membaca Doa Iftitah.

3. Membaca Takbir sebanyak 7x pada rakaat pertama.

Di sela-sela setiap takbir membaca pelan: Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar

Artinya, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.

4. Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek yang dihafal, disunahkan surat al-A'la.

5. Ruku', sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, dan berdiri lagi.

6. Dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, membaca takbir sebanyak 5 kali seraya mengangkat tangan, di antara setiap takbir itu membaca secara pelan Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar seperti pada rakaat pertama.

Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek yang dihafal, disunahkan surat Al-Ghasyiyah.

7. Ruku', sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, tahiyyat, dan diakhiri salam.

8. Selesai salam, kemudian disunahkan khutbah Idul Fitri. 

 

 Sumber : (Kompas.com/ Fitria Chusna Farisa/ Icha Rastika)  



AMALAN SEBELUM SUBUH PADA BULAN RAMADHAN



















Bismillahirrahmanirrahim 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh


MEMPERBANYAK DOA PADA WAKTU SAHUR

Karena pada waktu itu adalah waktu turunnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala kelangit dunia, salahsatu waktu yang penuh berkah dan terkabulnya doa.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :
" Sesungguhnya pada malam hari ada satu waktu yang tidaklah seorang hamba Muslim memohon kepada Allah suatu Kebaikan dari perkara dunia dan akhirat, Melainkan Allah akan mengabulkannya dan waktu itu ada pada setiap malam."
{HR.MUSLIM}

Dan waktu itu bila pada hari-hari bulan Ramadhan waktunya para Muslim sedang terjaga dikarenakan ada ibadah makan sahur, dan Insya Allah dapat memanfaatkan moment yang baik ini untuk memperbanyak berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala .

Wallahu alam bishawab
Alhamdulillahirabbil alamin 
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh