Berisikan ayat-ayat dalam Alqur'an, Hadist,Fatwa Ulama dan kata bijak Yang Memberikan Motivasi dan Inspirasi Dalam Kehidupan.
DUNIA IBARAT BAYANGAN
KERJASAMA PELAYANAN PEMAKAMAN
Jangan Khawatir Rezeki dan Jodohmu, Khawatirkanlah Amalanmu !
"Seandainya umat ini mau memahaminya, menyadarinya, berpegang teguh dengannya serta menggunakan sebab-sebab itu dengan baik, niscaya Allah Yang Maha Pemberi Rezeki akan memudahkannya mencapai jalan-jalan untuk mendapatkan rezeki dari setiap arah dan dibukakan untuknya keberkahan dari langit dan bumi," kata Habib yang pernah menimba ilmu di Hadhramaut Yaman ini.
Allah Ta'ala berfirman :
وَكَأَيِّن مِّن دَآبَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا ٱللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
"Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membewa (mengurus) rezekinya sendiri, Allah lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"
(Surah Al-Ankabut: Ayat 60)
Karena itu, kata Habib Quraisy, fokuslah terhadap apa yang diperintahkan Allah dan perhatikan amalanmu . Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untuk kita. Karena rezeki ,Jodoh dan ajal adalah hal yang sudah dijamin oleh Allah Ta'ala. Jika Allah berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti membuka jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.
Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar. Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya dua jalan rezeki yang lain (yakni dua puting susu ibunya). Dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.
Lalu, ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka empat jalan rezeki lain yang lebih sempurna yaitu dua makanan dan dua minuman.Dua makanan yaitu dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman yaitu dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.
Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun, Allah Ta'ala membuka baginya delapan jalan rezeki (jika dia hamba yang beruntung). Itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.
Dan begitulah Allah Ta'ala tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhal dan lebih bermanfaat baginya. Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan rezeki Nya kepada kita semua.
Alhamdulillahi rabbil alamin
*Segera Miliki Kaos Dakwahnya dengan mengklik gambarnya :
AL-AZHAR MEMORIAL GARDEN
Bismillahirrahmanirrahim...
Memperkenalkan :
Taman Pemakaman Muslim Terbaik
Al-Azhar Memorial Garden Karawang
sudah 9 TAHUN melayani pemakaman
KHUSUS Ummat Muslim dalam penanganan jenazah, mulai dari penyediaan lahan makam
hingga pelaksanaan prosesi pemakaman serta pemindahan makam yang khidmat
yang sesuai syariah dan profesional.
Wassalamu'alaikum.
YONI HARYONO
Memorial Advisor AMG
Hp: 0856-9797-6822
https://alazharmemorialgarden.8b.io
Di Balik Lagu ‘Ketika Tangan dan Kaki Berkata’ Chrisye
PENYAIR Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi atau biasa dipanggil Chrisye (1949-2007) di majalah sastra HORISON:
Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, “Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah.
Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.
Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, “Chris, maaf ya, macet. Sori.” Saya akan kembalikan pita rekaman itu.
Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A’udzubillahiminasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ’alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” saya berhenti. Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.” Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!
Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.
Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon, “Chris, alhamdulillah selesai.” Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut.
Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.
Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye–Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye:
Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.
Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya.
“Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65…” kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya.
Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!
Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya.
Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!
Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.
Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luar biasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak.
Mengenai menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.
AL-AZHAR MEMORIAL GARDEN
Bismillahirrahmanirrahim...Memperkenalkan :AL-AZHAR MEMORIAL GARDENTaman Pemakaman Muslim Terbaik Al-Azhar Memorial Garden Karawang sudah 9 TAHUN melayani pemakaman KHUSUS Ummat Muslim dalam penanganan jenazah, mulai dari penyediaan lahan makam hingga pelaksanaan prosesi pemakaman yang khidmat dan sesuai syariah dan profesional.Wassalamu'alaikum.https://alazharmemorialgarden.8b.io/KETIKA REZEKIMU HABIS, MAKA AJALPUN TIBA
Tetap Tidak Ke Masjid, Sesuai Arahan Syariat Di tengah Pelanggaran PSBB
PANDEMI FLU SPANYOL 1918
JAS MERAH :
Jangan Melupakan Sejarah ...
Sejarah adalah guru kehidupan ,apa yang telah terjadi dimasa lalu akan terjadi berulang pada waktu tertentu dan dengan masalah yang hampir sama , tinggal bagaimana kita menyikapinya...
~mr-yonn~
Covid-19 Th.2020
Fatwa MUI : Shalat Idul Fitri Boleh Dilakukan di Rumah Berjamaah Atau Sendiri
Majelis Ulama Indonesia ( MUI) menerbitkan fatwa tentang panduan kaifiat takbir dan shalat Idul Fitri saat pandemi Covid-19.
Fatwa itu diterbitkan pada Rabu (13/5/2020).
Dalam fatwa tersebut, MUI menyebutkan bahwa shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah jika seseorang berada di kawasan dengan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.
"Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di
rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri, terutama
jika ia berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali,"
demikian bunyi petikan fatwa Nomor 28 Tahun 2020 itu.
Sementara itu, jika umat Islam berada di kawasan dengan tingkat penularan
Covid-19 yang sudah terkendali, shalat Idul Fitri dapat dilaksanakan secara
berjamaah di masjid, mushala, tanah lapang, atau tempat lainnya.
Pelaksanaan
shalat Idul fitri, baik di masjid maupun di rumah, harus menerapkan protokol
kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan Covid-19.
Berikut bunyi selengkapnya fatwa MUI tentang shalat Idul Fitri saat pandemi Covid-19:
Ketentuan
hukum
Shalat Idul Fitri hukumnya sunah muakkadah
yang menjadi salah satu syi’ar keagamaan (syi’ar min sya’air al-Islam).
Shalat idul fitri disunahkan bagi setiap
Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa
maupun anak-anak, sedang di kediaman maupun sedang bepergian (musafir), secara
berjamaah maupun secara sendiri.
Shalat Idul fitri sangat disunahkan untuk
dilaksanakan secara berjamaaah di tanah lapang, masjid, mushala, dan tempat
lainnya.
Shalat Idul Fitri berjamaah boleh
dilaksanakan di rumah.
Pada malam Idul Fitri, umat Islam disunnahkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir, tahmid, tasbih, serta aktivitas ibadah.
Ketentuan shalat Idul Fitri di kawasan Covid-19
1. Jika umat Islam berada di kawasan Covid-19 yang sudah terkendali pada saat
1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan
kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktivitas sosial yang
memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah,
shalat Idul Fitri dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid,
mushala, atau tempat lain.
2. Jika umat Islam berada di kawasan terkendali atau kawasan
yang bebas Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan (seperti di kawasan
pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena Covid-19,
dan tidak ada keluar masuk orang), shalat Idul Fitri dapat dilaksanakan dengan
cara berjamaah di tanah lapang/ masjid/ mushala/ tempat lain.
3. Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan
berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama
jika ia berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang
belum terkendali.
4. Jumlah jamaah yang shalat minimal 4 orang yang terdiri
dari 1 orang imam dan 3 orang makmum.
5.
Pelaksanaan shalat Idul Fitri, baik di masjid
maupun di rumah, harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah
terjadinya potensi penularan.
Berikut bacaaan niat salat Idul Fitri di rumah
secara sendiri dan berjamaah, beserta tata cara pelaksanaannya.
Untuk salat Idul Fitri 1441 H
kali ini, masyarakat diimbau untuk melakukan di rumah masing-masing.
Salat Idul Fitri di rumah bisa dilakukan
secara sendiri ataupun berjamaah bersama keluarga.
Hal itu sesuai Tausiah Majelis
Ulama Indonesia Provinsi Jawa Tengah tentang pelaksanaan salat Idul Fitri 1441
H/2020 M Nomor 04/DP-P.XIII?T/V/2020.
Sehubungan
dengan penularan Covid-19 yang masih cukup tinggi, kegiatan yang
melibatkan kerumunan massa masih perlu dihindari.
Oleh karena semangat umat Islam untuk
menyelenggarakan salat Idul Fitri yang
cukup besar, maka MUI Jateng
mengeluarkan imbauan salat Idul Fitri di
rumah.
Pelaksanaan salat Idul Fitri hukumnya
adalah sunah.
Bisa dilakukan secara sendiri tanpa kutbah
dan secara berjamaah yang disunahkan dengan kutbah.
Salat Idul Fitri dimulai tanpa azan dan
iqamah, cukup menyerukan "Ash salatu jami'ah".
Sebelum
melaksanakan salat Idul Fitri, terlebih
dahulu membaca niat:
Ushalli
sunnatan li 'Idil Fitri rak'ataini sunnatan lillahi ta'ala
Artinya:
Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua
rakaat karena Allah ta'ala.
Berikut tata cara
pelaksanaan salat Idul Fitri:
1. Mengucapkan Takbiratul Ihram (Allah Akbar)
sambil mengangkat kedua tangan.
2. Membaca Doa Iftitah.
3. Membaca Takbir sebanyak 7x pada rakaat
pertama.
Di sela-sela setiap takbir membaca
pelan: Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar
Artinya, Maha Suci Allah, segala puji
bagi Allah, tidak Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.
4. Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek
yang dihafal, disunahkan surat al-A'la.
5. Ruku', sujud, duduk di antara dua sujud,
sujud kedua, dan berdiri lagi.
6. Dalam posisi berdiri kembali pada rakaat
kedua, membaca takbir sebanyak 5 kali seraya mengangkat tangan, di antara
setiap takbir itu membaca secara pelan Subhanallah wal hamdulillah wa
laa ilaha illallah wallahu Akbar seperti pada rakaat pertama.
Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan surat
pendek yang dihafal, disunahkan surat Al-Ghasyiyah.
7. Ruku', sujud, duduk di antara dua sujud,
sujud kedua, tahiyyat, dan diakhiri salam.
8. Selesai salam, kemudian disunahkan khutbah
Idul Fitri.
Sumber : (Kompas.com/ Fitria Chusna Farisa/ Icha Rastika)
AMALAN SEBELUM SUBUH PADA BULAN RAMADHAN
MEMPERBANYAK DOA PADA WAKTU SAHUR
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :
Dan waktu itu bila pada hari-hari bulan Ramadhan waktunya para Muslim sedang terjaga dikarenakan ada ibadah makan sahur, dan Insya Allah dapat memanfaatkan moment yang baik ini untuk memperbanyak berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala .
Wallahu alam bishawab










